Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketahui Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis

Dalam dunia musik. terdapat sejumlah istilah serta pelajaran tentang nada. Maka dari itu, ketahui perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis. Dengan mengetahui penjelasan tersebut, sehingga memberikan gambaran dan ilmu tentang jenisnya untuk memainkan menggunakan suatu akor.

Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis

Tangga nada sangatlah penting dalam sebuah musik, terlebih ketika akan memainkan suatu alat. Ini merupakan sebuah kumpulan not musik berurutan mulai dari nada rendah hingga tinggi. Ada dua jenisnya yaitu diatonis dan pentatonis. Untuk memahaminya, simak penjelasan berikut ini.

1.  Tangga Nada Diatonis Terbagi Menjadi Dua Bagian

Tangga nada diatonis biasanya ada pada jenis musik kontemporer. Ini terdiri dari 7 komposisi primer menggunkan interval 1 atau setengah. Masyarakat lebih mengenalnya dengan do, re, mi, fa, sol, dan la. Kemudian, terdapat dua macamnya, yakni mayor dan minor.

Ketahui Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis

Tangga nada diatonis mayor mempunyai ciri yang ceria. Dalam hal ini, Anda bisa menemukannya pada lagu anak-anak, pop upbeat, dan lain sebagainya. Sedangkan, minor memiliki sisipan atau kromatis serta adanya setengah nada. Biasanya terdengar sedih atau sendu.

2.  Jarak Interval dari Nada Mayor dan Minor dalam Diatonis

Pada perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis  berikutnya ialah bahwa diatonik telah muncul sejak abad pertengahan zaman Renaisans. Hingga kemudian, masyarakat semakin mengenalnya dengan adanya tujuh not tersebut. Selain itu, juga terdapat pembagian bernama mayor dan minor.

Dalam tangga nada mayor jarak intervalnya ialah 1-1-1/2-1-1-1/2. Maka dari itu, ini menghasilkan alunan lagu bernuansa menggembirakan. Sedangkan minor mempunyai jarak interval 1-1/2-1-1/2-1. Dengan demikian, lagunya bercirikan adanya kesedihan.

3.  Tanga Nada Pentatonis Mempunyai 5 Nada

Tangga nada pentatonis memiliki 5 nada saja. Biasanya menemukannya pada alat musik daerah, seperti gambang kromo, tifa, calung, gamelan, dan masih banyak lagi lainnya. Dengan demikian, jenis lagunya ialah foklore atau rakyat.

Karakter dari tangga nada pentatonis adalah penuh nuansa syahdu, hormat, serta khusyuk. Dalam memainkann alat musik bernada ini mempunyai perbedaan antara jarak dan pilihan nada yang Anda dengar. Maka dari itu, hanya terdapat lima tangga utama saja.

4.  Tangga Nada Pentatonis Pelog Bersifat Menenangkan

Tangga nada pentatonis terbagi menjadi dua jenis. Yang pertama ialah bernama pelog. Ini mempunyai sejumlah ciri seperti, bersifat menenangkan serta penuh rasa kehormatan.  Contoh lagu daerah tersebut antara lain, Gundul-Gundul Pacul, Macepet-Cepetan, Ngusak Asing, Pitik Tukung, dan lainnya.

Dalam tangga nada pentatonis pelog hanya mempunyai nada dasar utama yakni, do, mi, fa, sol, dan si. Selain itu, juga memiliki perbedaan pada jarak interval yang cukup besar. Hal tersebut membuat alunan lagu terasa sangat indah serta menimbulkan kesan kedaerahan maupun modern.

5.  Tangga Nada Pentatonis Slendro Bersifat  Penuh Kelincahan

Pada jenis nada pentatonis berikutnya ialah slendro. Kebalikan dari pelog, jenis yang satu ini mempunyai sifat menyenangkan serta penuh kelincahan. Dengan demikian, akan membuat pendengar lagu merasa gembira dan terbawa pada alunan musiknya.

Dalam tangga nada slendro juga mempunyai tangga nada primer, yaitu do, re, mi, sol, dan la. Karena memiliki alunan menyenangkan, maka pada perbedaan jarak intervalnya adalah kecil. Contoh lagunya antara lain, Jali-Jali, Kincir-Kincir, Suwe Ora Jamu, dan masih banyak lagi lagu-lagu daerah lainnya.

Demikian informasi tentang perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis. Pastikan Anda memahmi semua ulasan di atas dengan baik.

Posting Komentar untuk "Ketahui Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis"